Hidroponik merupakan salah satu teknik penanaman tanaman yang beberapa tahun belakang banyak dibincangkan oleh publik. Kata hidroponik berasal dari Bahasa Inggris Hydroponic, teknik hidroponik ialah teknik budidaya tanaman yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Dengan menggunakan teknik ini tanaman yang dihasilkan akan jauh memiliki kuantitas, kualitas yang lebih tinggi serta lebih bersih dari pada menggunakan teknik penanaman yang biasanya. Pengendalian hama atau penyakit pada tamanan jauh lebih mudah dibandingkan melalui teknik lain membuat hidroponik banyak digandrungi masyarakat terutama bagi mereka yang tidak memiliki lahan yang cukup luas tetapi ingin bercocok tanam.
Begitupula yang dilakukan oleh GenBI Komisariat UIN KH Abdurahman Wahid Divisi Kesehatan Lingkungan. Mereka bersama pengurus GenBI lainnya membuat rumah tanam hidroponik sekaligus pelatihannya. Dilaksanakan pada Sabtu, 27 Agustus 2022 lalu bertempat di Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN KH Abdurahman Wahid Pekalongan kegiatan tersebut berlangsung khitmat dan meriah.
Mengusung tema “Increase Self Sufficency with Home Hydroponic” kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai hidroponik serta melatih hardskill khususnya kepada anggota dan pengurus GenBI Komisariat UIN KH Abdurahman Wahid dalam membudidayakan tanaman dengan sistem tersebut.
Dalam kegiatan workshop tersebut rangkaian acara terbagi menjadi dua sesi yang dilaksanakan di dua tempat yang berbeda pula. Sesi pertama merupakan diisi dengan materi dan diskusi mengenai sistem penanaman hidroponik. Adapun sesi kedua yaitu praktik menyemai biji serta pemberian nutrisi untuk hidroponik yang dilakukan di instalansi hidroponik milik GenBI UIN Gusdur. Untuk perawatan tanaman yang menggunakan sistem ini cukup mudah, kita hanya perlu untuk membersihkan rumput liar yang ada di sekitar lokasi penanaman. Jangan biarkan pula sampah sampah memenuhi tempat penanaman, serta pangkas bagian tanaman yang terkena hama. Di samping itu kita juga harus selalu meninjau intensitas cahaya yang masuk, jangan sampai ada cahaya matahari yang terhalang dan membuat tempat di sekitar lokasi penanaman menjadi lembab.
Untuk memulainya kita memerlukan seperangkat alat dan bahan seperti pipa yang digunakan untuk membuat sistem tanam ini, kemudian setelah semuanya sudah siap tahapan selanjutnya adalah proses penyemaian benih, menyiapkan larutan nutrisi, melakukan proses pemindahan tanaman, dan kemudian merawat tanaman.
Dengan adanya kegiatan pelatihan tersebut Novi Alviani selaku ketua pelaksana kegiatan berharap agar kedepannya anggota GenBI UIN Gusdur dapat memiliki minat untuk berbudidaya dengan sistem hidroponik.