blog-img
29/10/2024

Preneur X EXPO Mart: Wujud GenBI Komisariat UIN Gusdur Dukung UMKM Lokal Berinovasi

Admin | Ekonomi

Minggu (6/10), Generasi Baru Indonesia (GenBI) Tegal Komisariat UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berkolaborasi dengan KKN 59 Kelompok 85 gelar acara Preneur X Expo Mart dengan tema “Sajian Global dengan Cita Rasa Lokal” yang bertempat di BKM Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong.

Acara ini diselenggarakan guna meningkatkan kreativitas masyarakat serta anggota GenBI Komisariat UIN Gusdur dalam mengelola bahan lokal dan mendukung usaha para UMKM untuk terus dapat berinovasi.

“Sesuai dengan tema yg kami usung, yaitu Sajian Global dengan Cita Rasa Lokal, dengan memperhatikan hasil industri di desa Babalan Lor yang berupa produksi tahu, dan sekarang dikenal sebagai Kampung Tahu. Maka kami menggelar acara ini sebagai upaya memperkenalkan tahu sebagai sajian makanan berbahan lokal dengan inovasi produk global berupa cookies (Cookies Tahu),” ucap Intan saat diwawancarai melalui pesan Whatsapp.

Acara ini mengundang Ibu2 PKK Babalan Lor, Ibu2 RT 5 Babalan Lor, Anggota GenBI Komsat UIN, delegasi GenBI Komsat UNIKAL, UPS, dan IBN. Antusiasme peserta terasa dari pembukaan, demo hingga pada puncak acara yaitu praktik memasak.

“Menurut saya para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan Preneur X Expo Mart ini, mulai dari awal pembukaan, pembuatan sampai akhir penutup, berjalan dengan tertib dan kompak. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh pembawa materi kami, yaitu Ibu Fafa yg membawa materi mengenai praktik demo masak cookies tahu dengan santai tapi tetap heboh dan juga diselingi oleh pengetahuan resep produk lainnya yg sempat ditanyakan oleh beberapa peserta demo masak,” tutur Intan.

Intan berharap acara ini dapat menjadi sebuah contoh dan memberi dukungan kepada para UMKM lokal untuk terus berinovasi, “Saya selaku ketua pelaksana berharap bahwa acara ini bisa memberikan gambaran inovasi produk yg bisa dilakukan oleh masyarakat kampung tahu, Babalan lor. Sehingga besar harapan kami, para produsen tahu ataupun para UMKM setempat bisa memanfaatkan produk lokal yg ada dengan berinovasi dan berkreasi sekreatif mungkin untuk dapat mengenalkan produknya dengan sajian-sajian olahan global lainnya dengan tetap menggunakan produk lokal sebagai ikon memperkenalkan desa tersebut,” ujar Intan.

Bagikan Ke:

Populer