085842042447
genbitegal@gmail.com
Pekalongan - Tegal
blog-img
26/10/2021

Peringati Maulid Nabi SAW dan Hari Santri Nasional GenBI IAIN Pekalongan Adakan KARAMEL

Admin | Agama

Pekalongan - Sebagai bentuk semangat dan rasa cinta kepada Rasulullah di era milenial, dapat diwujudkan dengan mempelajari Sirrah (sejarah) Nabi, salah satunya dengan memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi merupakan sarana menebarkan rasa cinta kepada Rasullah dan sesama manusia, sebagaimana mandat yang diberikan Allah kepada Rasul yakni menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, Generasi Baru Indonesia (GenBI) komisariat IAIN Pekalongan gelar acara KARAMEL (Kajian Remaja Milenial) dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2021 secara virtual via Zoom Meeting, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh pengurus GenBI Tegal komisariat IAIN Pekalongan sekaligus khataman Al-Qur’an. Tema yang diangkat pada KARAMEL ini yakni “ Akhlak Rasulullah Cahaya Pemersatu Umat Zaman Now” dengan pembicara Ust. Muhammad Agung Prayogi, TQ founder inisiatorQu.

“Harapan dari acara ini mahasiswa khususnya GenBI Komisariat IAIN Pekalongan mampu menumbuhkan semangat dan rasa cinta kepada Rasulullah dan sesama umat manusia dengan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari dalam rangka berkontribusi mewujudkan bangsa yang maju, solid, dan kompak”, tutur Dr. Muhlisin M. Ag selaku pembina GenBI IAIN Pekalongan dalam sambutannya.

KARAMEL

Dalam sambutannya, beliau juga memaparkan sebuah hadis bahwa Rasul memberikan keteladanan unggul kepada umatnya dengan 4 sifat utama yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.

“Dalam meneladani sifat Rasul Siddiq, sebagai mahasiswa harus selalu menjaga kebenaran dan kejujuran dalam mengerjakan tugas dengan tidak mencontek dan tidak melakukan plagiasi. Selanjutnya, dalam meneladani sifat Rasul Amanah, harus senantiasa menjaga amanat tugas seorang mahasiwa yakni belajar, baik belajar berorganisasi, beriwirausaha, maupun bersosialisasi dan bermasyarakat yang mampu memberikan kontribusi positif bagi negeri Indonesia ini. Kemudian dalam meneladani sifat Rasul Tabligh, sebagai mahasiswa harus menjadi generasi yang mampu menyebarkan dakwah agama Islam melalui prodinya masing-masing. Terakhir, dalam meneladani sifat Rasul Fathanah mahasiswa harus berusaha untuk menjadi cerdas, yakni dalam meningakatkan semangat dalam belajar baik akademik maupun non akademik, meningkatkan kompetensi sebagai manusia yang diberi fitroh berupa akal yang mempunyai potensi berfikir lebih unggul untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini, serta senantiasa menjadi kaum pembelajar yang rajin dan tidak pernah menyerah sepanjang hayat.” sambungnya.

Dalam Muidhoh Khasanahnya, Ust Muhammad Agung Prayogi menjelaskan bahwa kehidupan manusia merupakan sebuah perjalanan menuju kehidupan kekal di akhirat. Dalam perjalanan tersebut, kita harus senantiasa menjamin perjalanan itu sehat dan selamat. Salah satu ikhtiar dunia yang dapat dilakukan adalah dengan istiqomah menghadiri majelis ilmu dan memperbanyak sholawat atas Nabi Muhammad SAW.

“Agar kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah dengan bersholawat kepada Nabi SAW. Sebagaimana hadis Nabi bahwa “Orang yang paling dekat denganku adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku”. Rasulullah merupakan orang dalam akhirat, jika kita dekat dengan Rasulullah Insyallah jaminan surga menanti. Atas berkat Rasulullah pula, kita mendapatkan nikmat paling puncak yang dirasakan umat manusia yakni kenikmatan Iman dan Islam kepada Allah SWT. Oleh karenanya kita harus senantiasa menjaga kenikmatan tersebut hingga menjadi kenikmatan abadi di akhirat kelak di surga Allah SWT.” ungkap Ustadz Agung dalam tausiyahnya.

“Perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan semoga kita semua mendapatkan syafaat Nabi di Yaumil Akhir nanti, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. “pungkasnya.

Reporter : Novi Alviani

Bagikan Ke:

Populer