PEKALONGAN, 2 Februari 2026 – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Pekalongan (UNIKAL) menyelenggarakan kegiatan "GenBook" (GenBI Buka Buku) dengan tema, “Menumbuhkan Literasi, Menguatkan Generasi Bersama GenBI”. Kegiatan ini menjadi ruang jeda bagi mahasiswa untuk berefleksi di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat.
Acara ini menghadirkan dua pemantik diskusi, yakni Nuroh, mahasiswi Fakultas Hukum sekaligus Duta Perpustakaan 2024, serta Mahfud, anggota aktif GenBI UNIKAL. Fokus utama diskusi ini adalah membedah esensi dari bacaan bertajuk "Memilih Menjadi Dewasa" yang memberikan perspektif baru mengenai kesehatan mental dan ketahanan emosional.

Mendefinisikan Ulang Makna "Selesai dengan Diri Sendiri"
Dalam diskusi tersebut, audiens diajak mendalami konsep seseorang yang telah "selesai dengan dirinya sendiri." Berdasarkan materi yang dibahas, menjadi dewasa bukan sekadar persoalan usia, melainkan kemampuan seseorang untuk mengenali masalah mentalnya sejak dini dan berkomitmen merawat kesehatan mental tersebut.
Kasus: Doris vs Yenny dalam Menyikapi Konflik
Untuk memberikan gambaran nyata, diskusi membahas perbandingan antara dua sikap dalam buku, yakni Doris dan Yenny, saat menghadapi perselingkuhan dalam rumah tangga. Doris menunjukkan sikap gegabah dengan melakukan generalisasi bahwa "semua laki-laki sama saja". Sikap ini mungkin lahir dari pola asuh masa kecil yang dimanjakan, di mana orang tuanya selalu mengambil alih setiap masalah yang ia hadapi. Hal ini membuat Doris cenderung "melarikan diri" atau menyalahkan keadaan saat menghadapi situasi sulit. Meskipun merasakan kemarahan yang sama, Yenny memilih untuk tetap adil. Ia mampu memisahkan antara perilaku suaminya saat ini dengan pengalaman pahit di masa lalunya. Yenny menyadari bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi dan memilih untuk melakukan introspeksi serta komunikasi tanpa mengedepankan egonya.
Pembelajaran bagi Gen Z: Logika di Atas Ego
Diskusi GenBook ini memberikan pesan kuat bagi Generasi Z dalam menghadapi situasi hidup yang kacau. Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya menggunakan logika dan menyingkirkan ego dalam mengambil keputusan.
Sebagai penutup, kegiatan ini menegaskan bahwa bersikap tenang bukan hanya pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga agar mental tetap sehat dan terkendali. Melalui literasi yang kuat, diharapkan mahasiswa mampu bertindak lebih adil, bijak, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan hidup mereka.