Indonesia adalah Negara kepulauan yang terletak di antara dua samudera dan memiliki wilayah pantai yang sangat luas. Kota yang terletak ditepi pantai salah satunya adalah Kota Pekalongan. Bencana yang masih terus berkelanjutan di Kota Pekalongan saat ini adalah rob.
Ekstensifikasi ke arah pantai menyebabkan kawasan mangrove sepanjang tepi pantai dan tambak berfungsi sebagai penahan gelombang air dan angin serta aliran air laut menghilang, sehingga menimbulkan abrasi dan rob (banjir air laut ke arah daratan) yang mengalir deras ke daratan. Akibatnya sebagian tambak sepanjang pinggir pantai hilang, salinitas tambak meningkat, tegalan dan sawah menjadi salin serta hilangnya sebagian pemukiman. Produktivitas lahan menurun dan berdampak pada penurunan pendapatan bahkan hilangnya pendapatan menyebabkan kesejahteraan menurun.
Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.
Memperhatikan hal tersebut diatas maka GenBI Tegal Komisariat Universitas Pekalongan Divisi lingkungan bermaksud menyelenggarakan kegiatan GenBI Green Action yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2022 bertempat di Eko Wisata Mangrove Mulyo Asri, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kota Pekalongan. Mereka bersama pengurus lainnya melakukan pelatihan terkait Sekolah Mangrove sekaligus penanaman pohon mangrove disekitar tanggul desa Mulyorejo dengan jumlah pohon sebanyak 200 pohon.
Kegiatan Green Action yang bertemakan “Hijaukan Bumi Untuk Lingkungan Yang Sehat” memiliki tujuan guna mengurangi ataupun mencegah Rob dan Abrasi yang terjadi di Kota Pekalongan terkhususnya daerah Mulyorejo, serta diharapkan dapat membentuk anggota GenBI yang peka terhadap bencana Rob yang terjadi.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua rangkaian acara yaitu penanaman pohon mangrove disekitar tanggul dan sekolah mangrove. Acara pertama terkait penanaman pohon mangrove tersebut dilakukan dengan pendampingan oleh Bapak Tugiyo selaku Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) 2022. Penanaman pohon mangrove dilakukan dengan menggunakan ajir dan tali sebagai penyangga agar pohon tidak rebah dan terbawa oleh air. Sedangkan, untuk acara kedua yaitu Sekolah Mangrove yang diisi dengan penyampaian materi dan diskusi terkait tanaman mangrove baik itu macam-macam mangrove sampai dengan hasil olahan dari tanaman mangrove itu sendiri.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan agar kedepannya semua pengurus ataupun anggota GenBI Tegal terkhususnya Komisariat Universitas Pekalongan dapat memiliki wawasan yang luas terkait tanaman mangrove dan rasa peduli terhadap bencana Rob ataupun banjir yang ada di Kota Pekalongan.